Jumat, 29 Juni 2018

(KolabKarib) ‘Me Time’ After Married


Berawal curhatan nggak jelas bareng Wulan Kenanga, membuat kami menyadari bahwa sudah lama tidak berkolaborasi dalam tulisan di blog. Padahal dulu kami sudah berkomitmen setidaknya satu bulan sekali untuk saling melempar tema yang sama dan menulis di blog masing-masing. Berhubung sama-sama sok sibuk, kami sempat lupa tentang kolaborasi  Wulan pun mengajukan sebuah tema dan saya menyetujuinya.

Eh, ada yang rindu nggak sih sama kolaborasi kami?
Ada kejadian lucu sebelum saya menulis postingan ini. Saya kira tema kami kali ini adalah waktu yang ideal menghabiskan waktu bersama pasangan (kehidupan asmara setelah menikah). Sudah nulis lumayan panjang, kok kayaknya ragu. Saya tanya dong sama Wulan, ternyata saya salah kaprah. Tema yang dimaksud sama Wulan lebih ke waktu ideal untuk menjadi diri sendiri setelah menikah. Hiks. Baiklah, biarkan saja tulisan yang menggantung itu. Kita tulis yang baru aja.

Mari kita berandai-andai

Saya pernah membayangkan akan seperti apa nanti kehidupan setelah menikah. Tapi dalam bayangan saya malah adegan seperti drama korea yang sering ditonton. Penuh keindahan, cinta kasih dan pelukan hangat (lebay mode on).

Sayangnya, kehidupan nyata sering nggak berpihak. Menurut teman saya yang sudah menikah, kehidupan setelah menikah akan berbeda 360 derajat dari dunia lajang. Itulah kenapa saya lebih santai menghadapi masa lajang. “Puasin dulu mumpung masih lajang. Nanti kalau sudah menikah, kamu nggak ada waktu buat ngurus diri sendiri,” pesan seorang teman.

Well, saat menikah nanti tentu ada yang namanya prioritas di mana urusan rumah tangga harus lebih utama. Namun, bukan berarti mengesampingkan urusan pribadi masing-masing. Kamu masih bisa melakukan hal-hal yang disukai. Tinggal bagaimana kamu mengkomunikasikan kepada pasangan.

Bicara soal ‘me time’ mungkin nggak seberapa jauh saat masa lajang. Setelah memutuskan menjadi pekerja lepas tentu saya lebih banyak di rumah, mengerjakan beberapa pekerjaan rumah. Setelah semua beres, saya baru melakukan pekerjaan saya.

Pagi hari bisa jadi waktu yang ideal untuk menjadi saya sendiri. Tidak terlalu pagi sih, mungkin sehabis berbelanja, memasak dan membersihkan rumah (dalam catatan belum memiliki anak. Kalau punya anak ‘me time’ udah beda banget).

Apa yang saya lakukan ketika ‘menjadi diri sendiri?’

Merawat Wajah

Kalau sudah laku alias menikah bukan berarti melupakan kegiatan merawat wajah. Sehabis mandi bisalah memasang toner, pelembab dan sunblok.

Untuk perawatan yang lain bisa menggunakan sheet mask yang praktis. Jika punya waktu lebih banyak bisa datang ke klinik kecantikan untuk perawatan mendalam

Memantau Media Sosial

Terjun di dunia kreatif mengharuskan saya untuk tetap aktif di medsos, entah untuk sekedar mengunggah foto di instagram atau meninjau riuhnya linimasa Facebook dan Twitter

Membaca Novel

Saat menikah nanti, saya tidak mau aktivitas membaca terganggu (keinginan). Setidaknya di akhir pekan saya ingin mempunyai waktu untuk membaca buku kesukaan. Sambil berdoa semoga nanti calon suami saya juga suka baca buku.


Menulis Blog

Menulis menjaga saya untuk tetap waras. So, saya ingin tetap menulis di blog walau sudah menikah. Sebisa mungkin saya akan tetap menyapa pembaca dengan postingan baru. Toh saya tidak akan bekerja kantoran.

Memotret

Di antara kejenuhan menulis, saya biasanya memotret. Mengambil gambar dari lingkungan sekitar sekaligus bisa jadi bahan untuk postingan di blog. Di akhir pekan, mungkin saya bisa mengajak pasangan untuk ikut ‘blusukan’ ke tempat-tempat yang ingin dikunjungi.

Menonton Drama Kesukaan

Saya sengaja memasukkan kegiatan yang satu ini dalam daftar. Paling tidak dalam seminggu saya bisa menonton drama. Mungkin di akhir pekan yang lebih santai.

Wah, ternyata banyak sekali yang saya inginkan. Hmm, apakah bisa tercapai ya nanti pas menikah? Entahlah, setidaknya saya sudah punya ancang-ancang ingin melakukan apa setelah menikah.


Salam,

3 komentar:

  1. Huahahaha me time yang mirip sama saya.
    Tapi setelah ada anak, jadi amburadul karena ternyata anaknya aktif bin ga bisa diem. Jadinya suka gagal fokus sama apa yang mau dikerjakan di rumah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ternyata anak mengubah segala yang diimpikan ya

      Hapus
  2. Mbak , ada waktunya nanti me time pas anak-anak wis gedhe trutama kalau udah remaja. Emang rempong kalau anak2 masih bayik tapi momen itu kadang masih kurindukan .bubuk bareng uyelnuyelan dan dengeridengerin crita mereka

    BalasHapus