Kamis, 24 Agustus 2017

If I Were You: I Wish My Dream Come True



Dahulu, aku adalah pemimpi ulung atau mungkin lebih tepatnya tukang khayal.

Seringkali mengkhayalkan diriku seperti orang lain. Entah sebagai artis, orang biasa atau bahkan kekasih aktor kesukaanku. Rasanya itu menyenangkan buatku. Meskipun bagi orang lain mungkin terdengar aneh.

Aku tidak gila.

Aku hanya suka berpura-pura menjadi mereka. Hanya sekedar menyelami isi perasaan mereka dan kemudian memindahkahnya ke dalam sebuah cerita yang sudah kusiapkan. Begitulah caraku menciptakaan tokoh-tokoh utama dalam karya-karya fiksiku.

Kebiasaan itu masih berlanjut sampai saat ini.  Ada kalanya aku ingin hidup seperti orang lain atau memiliki kelebihan seperti tokoh rekaan yang aku buat. Bagiku itu seperti warna dalam hidupku. Seakan membangunkan mimpi-mimpi yang tertidur pulas dalam diriku.

Siapa sangka aku bisa menjadi blogger. Menggantungkan nasibku dari hobi menulis seperti salah satu tokoh khayalanku yang berprofesi sama. Hidupnya mereka dalam diriku memberikan arti khusus bahwa mimpi itu akan terwujud, suatu hari nanti.




Siapa dan Seperti apa Hidup yang Aku Inginkan?



Nggak spesifik siapa soalnya kehidupan impianku suka berubah-ubah. Maklumin aja orangnya gampang berubah pikiran dan suka bosan. Tapi kalau dikasih kesempatan untuk hidup seperti apa? Aku punya beberapa hal yang aku ingin lakukan.


Bisa Menggambar


Dari dulu, aku selalu kagum pada orang yang bisa menggambar. Bagiku menggambar itu bukan sekadar mencoret-coret kertas kosong atau menyambung garis satu dengan garis lainnya menjadi sebuah bentuk tapi juga ada sebuah emosi yang tersimpan di dalamnya.

Gambar-gambar itu seperti sebuah komunikasi.

Aku pernah beberapa kali mencoba untuk menggambar tapi kemudian menertawakan diri sendiri. Hasil gambarku mirip dengan karya siswa Taman Kanak-Kanak. Oke, salahkan motorik halusku yang tidak berkembang pesat. Membuat area bagian jari-jariku tidak bisa memproduksi gambar dengan sempurna. Selain itu sepertinya bakat menggambar yang dimiliki oleh Papa lebih suka melekat pada Kakak Laki-lakiku. Dan, aku harus puas dengan bakat menulisku.


Travelling Around The World


Keseringan bepergian bersama orang tua, seringkali membuatku ingin mencoba melakukan perjalanan seorang diri seperti orang lainnya. Tidak perlu jauh, mungkin masih di area Indonesia. Ini salah satu mimpi terpendamku saat ini. 

Rasa Iriku semakin besar saat mengamati feed sebuah akun Instagram yang berisi tentang dokumentasi perjalanan. Aku juga ingin seperti mereka. Mungkin nanti. Ketika ada seseorang yang membuatku yakin bahwa menjelajahi bumi Tuhan tidak semenakutkan yang dipikirkan orang tuaku.

Ada banyak negara dan kota-kota yang ingin dikunjungi, salahnya satunya Jepang. Negara yang dikenal dengan negeri Sakura berhasil menarik perhatianku. Apalagi setelah tahu penulis Favoritku Prisca Prismasari sering bepergian ke Jepang. Impian banget deh.


Melakukan Beberapa Olahraga


Lahir dengan fisik yang lemah membuatku tidak bisa melakukan aktivitas fisik terlalu banyak terlebih lagi olahraga. Saat pelajaran olahraga di sekolah, aku cuman menjadi penonton di pinggir lapangan. Menyaksikan teman-teman seusiaku berlarian mengejar bola.

Ada beberapa olahraga yang ingin saya lakukan seperti renang, basket dan ballet. Lalu, belakangan saya mulai mencoba melakukan Yoga. Olahraga yang satu ini relatif aman buatku.


Ya. Kalau jadi kamu yang lebih sehat. Aku berharap semua mimpi ini jadi kenyataan.


Postingan ini berkolaborasi sama Wulan kenanga. Baca juga ya postingan Wulan: Aku Ingin Seperti Mereka



Salam,


3 komentar:

  1. Amiiin....semoga sehat selalu ya mbak Tikha

    BalasHapus
  2. Semoga semuanya bisa terwujud mba :)

    Pgn bisa gambar kayaknya itu impian semua anak kali ya.. Krn aku jg gitu. Apalagi di sekolah dulu, aku sebangku ama anak yg juagoooo byanget gbr nya, pdhl msh SD kls 3 :p. Trutama bikin gambar komik princess ala candy2, kyk pro. Aku envy setengah mati liatnya.. Tp sepertinya itu memang bakat :p

    BalasHapus