5 Langkah Supaya Hidup Bahagia

Selasa, 28 Mei 2019

woman, hidup bahagia, wanita tertawa bahagia


Sebagai manusia, rasanya manusiawi kalau saya ada kalanya diliputi rasa iri, sedih, marah atau bahkan cemburu atas keberhasilan orang lain. Gimana dong, kita kan dibekali otak oleh Sang Maha Pencipta, Allah SWT yang menjadi pusat pengatur, emosi dan fisik.

So selama kita masih hidup. Wajarlah kalau yang namanya manusia itu emosinya naik turun. Kecuali, ada permasalahan di bagian amigdalamu, yang menyebabkan kamu tidak bisa merasakan emosi alias datar aja. Ya kali, hidupmu lempeng aja gitu

Sampai ada istilah. Rumput tetangga emang lebih hijau.

Bisa dibilang itu semacam pengejawantahan dari rumitnya emosi kita.

Saya pernah dong merasa gimana gitu ketika salah satu rekan seprofesi yang cerita bahwa dia baru saja deal dengan sebuah brand yang tarifnya lumayan. Sebagai manusia biasa, pasti dong terbersit rasa iri, kadang berbaur sama denial yang merasa bahwa konten saya lebih baik dari dia.

Nangis nggak jelas sampai dada terasa sesak. I do.

Belum lagi mengeluh soal hal-hal yang kadang sepele. Membuat hidup terasa berat padahal sebenarnya yang bikin ruwet ya kamu juga.

Complicated ya jadi manusia.

Dulu, hidup saya kayak gitu. Rasanya semua orang di luar sana tampak lebih bahagia dan saya satu-satunya orang paling menderita karena dikasih Allah cobaan cukup berat. Hidup saya bertahun-tahun suram, seakan nggak ada gairah untuk hidup.

Sampai pada suatu titik.

Bahwa apa yang terjadi pada diri Saya itu adalah Kehendak Tuhan yang tidak bisa ditolak. Perlahan saya belajar menerima dan menanamkan pada diri bahwa kekurangan yang saya miliki adalah bagian dari diri yang harus disyukuri.

Lambat laun saya belajar bahwa sebenarnya bahagia itu sederhana. Tidak sesulit yang dibayangkan karena semua itu kembali pada diri kita sendiri. Apakah kadar bahagia itu sudah cukup atau tidak?

Tanyakan saja pada dirimu.

Lalu apa yang saya lakukan untuk selalu hidup bahagia? 5 Hal ini mungkin bisa membantumu untuk Hidup Bahagia.

Bersyukur


Salah satu cara mengerem hawa nafsu yang tidak berkesudahan adalah bersyukur. Dengan memiliki rasa syukur, kita akan belajar bahwa sebenarnya banyak nikmat yang sudah kita peroleh dari Tuhan Sang Maha Pencipta. Saking banyaknya sampai tak terhingga.

Saat merasa tidak beruntung, berterima kasihlah pada Tuhan karena telah menjadikan kita makhluk paling sempurna di antara makhluk ciptaanNya yang lain. Rasa Syukur membantu kita untuk selalu merasa cukup dan tidak kekurangan.


Berhenti Membandingkan Dengan Orang Lain


Salah satu hal memunculkan rasa iri adalah karena kamu sibuk membandingkan diri dengan orang lain. Sibuk mencari kekurangan diri sendiri yang ujung-ujungnya bikin stress dan mulai sibuk meratapi kelamnya hidup.

Kalau kamu ingin bahagia, berhentilah membandingkan dirimu dengan orang lain. Sebab, apa yang menurutmu itu berkilau belum tentu seindah kenyataan.

Semua orang punya takdirnya sendiri. Jadi, berhentilah membandingkan dirimu dengan si A, B dan C


Mencintai Diri Sendiri


Love yourself

Mencintai diri sendiri tidak sama dengan narsis.

Mencintai diri sendiri berarti kamu menerima dirimu seutuhnya, lengkap dengan kekurangan dan kelebihan. Lalu, kemudian mencari tahu bagaimana menggunakan kelebihan yang kamu punya untuk memperbaiki kekurangan yang ada.

Masalahnya, kamu seringkali lebih sibuk mencari-cari kekurangan yang ada dalam diri. Sehingga lupa bahwa ada hal baik yang juga melekat dalam diri. Sehingga membuat kamu lupa untuk mencintai diri sendiri.

Mulai sekarang, berterima kasihlah kepada dirimu sendiri. Lalu, temukan harta karun yang mungkin terkubur di sana untuk dipoles menjadi mutiara yang cantik.

Percayalah, semua orang itu unik.


Ubah Sudut Pandang


Merasa pelik dengan masalah yang kamu hadapi. Sehingga kamu merasa bahwa hidupmu berantakan, menderita. Mungkin, saatnya kamu mengubah sudut pandang.

Mengubah sudut pandang akan membantu melihat masalah dari perspektif yang berbeda. Sehingga kamu bisa menemukan sesuatu yang positif dari masalah yang kamu hadapi.

Dan, akhirnya kamu menyadari bahwa pada setiap masalah itu akan ada jalan keluar. Bahkan, kadang tidak terduga.

Berhenti Membayangkan yang Belum Terjadi


Saya pernah bertanya pada seorang teman tentang rahasia kenapa dia selalu terlihat bahagia.
“Berhenti membayangkan masa depan yang belum terjadi.”
Kebanyakan dari kita sudah sibuk membayangkan masa depan yang belum terjadi. Salah? Nggak sih, namun ketika kita hanya fokus pada masa depan, kamu lupa dengan apa yang kamu kerjakan di masa kini. Pada akhirnya akan membuatmu kelelahan.

Memikirkan masa depan itu boleh saja asal tidak kemudian membuatmu lupa akan kehidupanmu di masa sekarang.

Namanya kehidupan pasti akan ada masanya naik dan turun. Pintar-pintar kita saja mengelola hati dan pikiran supaya punya alasan untuk selalu bahagia. Dan, saya masih harus banyak belajar juga.

Posting Komentar