Minggu, 22 Oktober 2017

Ada Berkah Dalam Setiap Makanan Kita



Saya suka gemas setiap kali sedang makan di sebuah resto atau pusat makanan  di mana selalu ada saja makanan yang bersisa di piring. Kalau cuman tinggal beberapa butir sih nggak masalah ya. Ini hampir separuh lebih.

Nah. Lo.

Ada lagi di sebuah pesta, saya bertemu seseorang yang mengambil banyak makanan di atas piringnya. Ternyata dia hanya memakannya beberapa sendok lalu ditinggalkan saja di atas meja. Duh, kesal deh.

Cerita yang lain.

Saya pernah bepergian dengan beberapa teman, kalau nggak salah waktu itu adalah perjalanan dari Singapura ke Malaysia. Kami sampai tengah malam dan kelaperan. Saya sendiri sudah kelelahan, badan lengket dan ingin segera bertemu kasur. Karena beberapa teman ingin makan malam. Saya terpaksa mengikutinya. Sambil setengah mengantuk, kami menunggu hidangan yang kami pesan. Sengaja tidak makan di tempat karena sudah terlalu malam.


Singkat cerita kami kembali ke hotel. Saya nggak terbiasa makan di malam hari memilih untuk mandi sedangkan teman saya mulai membuka makanannya. Sehabis mandi, saya lihat dia sudah rebahan di kasur.  Saya tanya apa dia sudah selesai makan? Dia menjawab sambil menunjuk makanannya di tempat sampah. Sekilas saya masih melihat tumpukan nasi di dalam kotak stereofoam dan dia membuangnya begitu  saja. Astaga, rasanya saya sebal melihat kelakuan dia.


Oke, sebenarnya itu memang bukan urusan saya sih. Hanya saja buat saya itu amat mengganggu.

Makanan itu kan dibuat dengan proses yang amat panjang. Ada banyak peran-peran orang di dalamnya yang akhirnya membuat makanan itu bisa dimakan. Ada petani yang harus bekerja keras membuat padi dengan kualitas baik. Ada pegawai yang harus rela bangun pagi supaya bisa belanja bahan masakan, ada peran tukang masak yang harus meracik bahan-bahan itu menjadi sebuah olahan, ada kerja pramusaji yang mengantarkan makanan untuk sampai pada pelanggan. Dan, begitu sampai di tangan pelanggan hanya dimakan beberapa sendok dan dibuang.  Kebayang nggak sih sedihnya mereka itu. Kerja keras mereka seakan tidak dihargai.

Coba deh kita lihat berita soal negara Ethiopia yang penduduknya sedang menderita kelaparan. Mereka saja nggak tahu rasanya makanan enak bahkan rasanya air bersih itu seperti apa? Kita yang bisa merasakan seperti apa makanan enak itu harusnya lebih bersyukur. Salah satu caranya dengan menghabiskan makanan yang kita ambil. Kalau memang kamu tidak bisa menghabiskannya, ambillah dalam porsi kecil sesuai kebutuhanmu.

Saya sendiri sebisa mungkin untuk menghabiskan makanan yang saya ambil. Saat berada dijamuan makan, saya memilih mengambil makanan dalam porsi sedikit supaya nantinya bisa mencoba makanan yang lain ketimbang semua makanan ditumpuk jadi satu dan nggak kemakan. Mubadzir.

Tahukah kamu ada berkah dalam setiap makanan yang kita makan?

11 komentar:

  1. Aku juga gak suka sama orang yang terbiasa menyisakan makanan. Makanan itu sebuah berkah dari Tuhan yang harus kita syukuri. Jadi sebaiknya makan secukupnya dengan mengambil yang secukupnya jug

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lah iya mbak. Padahal di luar sana banyak loh yang kelaparan

      Hapus
  2. Kalau pas ada tugas keluar kota, saat sarapan di hotel, saya suka mengamati perilaku para tamu. rasanya gemes lihat tamu yang ngambil segala macam makanan sekaligus hingga mejanya penuh. Terus makannya nggak abis dan ditinggalin begitu aja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah iya ada tu aku pernah ketemu model begini. Semua makanan diangkut eh nggak dimakan. Kan sayang banget jadinya

      Hapus
  3. Iya mbaa..kalo di pesta pernikahan sering liat (sambil miris)..
    Sisa makanan bisa hampir setengah piring

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Aku nelongso lihatnya. Padahal kan dibikinnya dengan susah payah lo

      Hapus
  4. Iya mbak, itulah sebabnya kalau ambil makanan saya pastikan habis.
    Kalau prasmanan pun baiknya ambil secukupnya.
    TFS reindernya...

    BalasHapus
  5. iya mbak, tapi ada kalanya kita suka lapar mata. Ada aja yang diambil padahal udah kenyang. Ya setidaknya kita mulai belajar mengontrol diri

    BalasHapus
  6. Setuju mba, apapun itu jangan sampai mubazir ;)

    BalasHapus
  7. Kalau di resepsi pernikahan ya, suka ngelihat, di hotelpun ada beberapa yang kutemui. Prinsipku, aku ambil sedikit, kalau perlu nambah ambil lagi,

    BalasHapus
  8. Mungkin selain sudah kemalaman, asam lambung naik sehingga tidak selera lagi. Apalagi makanannya tidak cocok di lidah, lengkaplah sudah...

    BalasHapus