Senin, 21 Agustus 2017

Campur Lorjuk Kuliner Khas Pamekasan Yang Kekinian

campur lorjuk khas pamekasan


Holla,

Saya kayaknya belum bisa move on dari suasana lebaran kemarin. Pulang ke kampung halaman dan bertemu dengan sanak famili itu sebuah kebahagiaan tak terkira. Pulang kampung biasa dengan mudik lebaran beda banget rasanya. Selain karena suasananya yang lebih sakral dan juga bisa bertemu saudara yang jarang bisa ditemui.

Sama seperti tahun sebelumnya, setiap sehabis lebaran Idul Fitri. Entah di hari kedua atau ketiga. Keluarga besar Papi selalu mengadakan kumpul keluarga. Tujuannya sih supaya Keluarga Besar Trah Bani Kasim bisa berkumpul bersama sekaligus mempererat silaturahmi

Baca Juga: Mempererat Silaturahmi Tidak hanya pada lebaran



Tidak ada acara khusus, hanya berkumpul bersama, ngobrol dan ada pembagian hadiah buat para famili yang kekurangan. Kalau aku sih paling suka pas acara makan-makannya. Seru aja menunya dan kadang nggak terduga.

Kalau kali ini menu yang ditawarkan ada nasi jagung dan Campur (dalam bahasa Madura huruf u dibaca O) Lorjuk. Saya sendiri nggak terlalu suka dengan nasi jagung, jadi memutuskan untuk memilih menu Campur Lorjuk ini.


Apaan sih Campur Lorjuk itu?


Campur Lorjuk ini berbahan dasar lontong, kremesan keripik tette (keripik singkong khas madura), Suun dan disiram dengam kuah merah yang ada kecambah pendek dan lorjuk  (sejenis kerang laut tapi bentuknya kecil-kecil dan lonjong). Biar tambah enak bisa kasih sambal cabe giling dan kecap. Udah gitu aja.

Dulu waktu saya masih anak-anak. Makanan ini selalu saya tunggu loh. Dijual keliling oleh ibu-ibu keliling kampung tiap pagi. Langganan saya namanya Bu Tinem. Tiap jam 7 pagi saya sudah duduk manis di teras rumah Mbah menunggu dia datang. Harga Semangkok/sepiring waktu itu cuman 2 ribu rupiah. Murah banget dan saya bisa habis dua piring. Kalau saya sih suka nambah keripik yang banyak dan kuah.

Kuliner ini sempat menghilang dan susah banget nyarinya. Jarang banget lihat Ibu-Ibu jualan ini kalau pulang ke Pamekasan. Membuat saya sempat kangen berat sama  makanan yang satu ini.

Belakangan, Makanan Campur ini kembali naik ke permukaan. Beberapa pedagang melakukan modifikasi yaitu dengan menambahkan lorjuk, ada yang pakai tetelan sapi/iga dan tambahan bumbu kacang. Saya sendiri sih baru nyoba yang pakai lorjuk. Rasa kuahnya emang terasa lebih gurih tapi nggak amis.


Oleh-oleh kekinian Surabaya: Vidi Vini Vici, Iki Sing Anyar Rek


Di Pamekasan sendiri ada beberapa yang terkenal salah satunya di daerah Pademawu. Saya sendiri belum pernah ke sana dan nyicipin langsung. Nanti deh kalau pas mampir ke sana saya ulas lagi di blog. Harga campur sekarang sekitar Rp. 5000 ke atas. Yah, masih dibilang murah dan bersahabat banget.


Cerita kuliner lainnya: Gurihnya Soto Ayam Keppo Pamekasan





Tempat Menginap di Pamekasan: Odaita Hotel Pamekasan

Bagi kamu yang mampir ke kota Pamekasan. Masukkan Campur Lorjuk dalam daftar kuliner khas Pamekasan yang bisa dicoba.

Salam,



8 komentar:

  1. Wah semua bahan lagi ada nih di rumah.. Enak nih kalau bisa praktek sendiri.. Tinggal cari lontong.. Makasie mbak tikha😘

    BalasHapus
  2. Klau main ke madura, kudu ngicpin ini deh pokoknyam secara keliatannya menggodah amat, *lapiler

    BalasHapus
  3. Balasan
    1. di daerah pademawu itu terkenal sama iganya

      Hapus
  4. Aku hrs bikin planning ke madura kayaknya. Makanannya kok ya menggoda semua :D. Dari bebek, soto sampe lorjuk begini :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. hayuklah ke madura mbak. Enak semua kulinernya :D

      Hapus